PT. INDOSAT OOREDOO
(PENGANTAR BISNIS INFORMATIKA)
Disusun Oleh :
Abdul Rohman (50416018)
Hawa Amalia Poetri (53416247)
M. Yusuf Fadillah (55416145)
M. Yusuf Fadillah (55416145)
Yeni Erlinda (57416739)
UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI TEKNIK
INFORMATIKA 2019/2020
Dengan memanjatkan puji dan syukur ke hadiran Tuhan Yang
Maha Esa, atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan
tugas pengantar bisnis informatika dengan baik tanpa ada halangan yang berarti.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Rosny Gonidjaya
selaku dosen mata kuliah Pengantar Bisnis Informatika yang telah memberi arahan
dan bimbingan untuk kami, serta kepada semua pihak yang terlibat dalam proses
penyelesaian tugas pengantar bisnis informatika.
Diluar itu, kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan
dalam penulisan makalah ini, baik dari segi tata bahasa, susunan kalimat maupun
isi. Namun demikian, kami telah berupaya dengan sebaik-baiknya dari segala
kemampuan yang dimiliki sehingga dapat meghasilkan sebuah karya yang baik. Oleh
sebab itu, dengan segala kerendahan hati kami menerima segala kritik dan saran
yang membangun dari pembaca.
Depok,
11 November 2019
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Telkomsel adalah operator telekomunikasi seluler GSM pertama
di Indonesia dengan layanan pascabayar kartuHALO yang diluncurkan pada tanggal
26 Mei 1995. Saat itu, saham Telkomsel dimiliki oleh Telkom Indonesia sebesar
65% dan sisanya oleh Indosat. Pada tanggal 1 November 1997, Telkomsel menjadi
operator seluler pertama di Asia yang menawarkan layanan GSM prabayar.
Telkomsel mengklaim sebagai operator telekomunikasi seluler terbesar di
Indonesia dengan 81,644 juta pelanggan per 31 Desember 2007 dan pangsa pasar
sebesar 51% per 1 Januari 2007. Jaringan Telkomsel telah mencakup 288 jaringan
roaming internasional di 155 negara pada akhir tahun 2007.
1.2 Rumusan Masalah
Pada makalah ini dapat dirumuskan
masalah sebagai berikut:
1.
Bagaimana regulasi dan prosedur
pendirian perusahaan?
2.
Bagaimana dengan SDM dan organisasi
yang terdapat didalamnya?
3.
Bagaimana dengan aspek pemasaran
yang ditawarkan oleh perusahaan?
4.
Bagaimana dengan aspek keuangan perusahaan?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah
ini sebagai berikut:
1.
Dapat mengetahui regulasi dan
prosedur pendirian perusahaan tersebut.
2.
Dapat mengetahui SDM dan organisasi
yang terdapat dalam perusahaan tersebut.
3. Dapat mengetahui aspek-aspek dalam pemasaran sebuah produk
atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan kepada masyarakat.
4. Dapat mengetahui aspek keuangan dari perusahaan tersebut.
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1
Pengenalan PT. Indosat
Induk usaha Indosat
adalah Ooredoo Asia Pte. Ltd. (sebelumnya bernama Qatar Telecom (Qtel Asia)),
Singapura. Sedangkan induk usaha terakhir ISAT adalah Ooredoo QSC (sebelumnya
Qatar Telecom QSC), Qatar.
Pemegang saham yang
memiliki 5% atau lebih saham Indosat Tbk, antara lain: Ooredoo Asia Pte. Ltd
(pengendali) (65,00%) dan Negara Republik Indonesia (14,29%).
Berdasarkan
Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan ISAT adalah melakukan
kegiatan usaha penyelenggaraan jaringan telekomunikasi, jasa telekomunikasi
serta teknologi informasi dan/atau jasa teknologi konvergensi. Bisnis utama
Indosat adalah menyediakan layanan selular (menggunakan teknologi GSM 900, DCS
1800, dan 3G 2100. Jasa utamanya adalah penyelenggara voice dan pengiriman data
yang dijual secara pasca-bayar dan pra-bayar), telekomunikasi tetap (jasa
sambungan internasional jarak jauh (SLJJ), jasa jaringan tetap nirkabel, dan
jasa teleponi tetap lokal) dan MIDI (produk dan jasa termasuk internet,
high-speed point-to-point international dan domestic digital leased line
broadband dan narrowband services, a high performance packet-switching service
dan satellite transponder leasing dan jasa penyiaran.)
Pada tahun 1994,
ISAT memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran
Umum Perdana Saham ISAT (IPO) kepada masyarakat sebanyak 103.550.000 dengan
nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp7.000,- per saham.
Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 19
Oktober 1994.
Selain IPO di Bursa
Efek Indonesia, ISAT juga melakukan penawaran dan pencatatan di Bursa Efek New
York (“NYSE”) dalam bentuk American Depositary Shares (ADS, dimana setiap ADS
mewakili 50 saham Seri B) ISAT, mulai diperdagangkan di Bursa Efek New York
sejak tahun 1994 sampai dengan tanggal 17 Mei 2013.
Pada tanggal 20
November 2003 Indosat, Satelindo, PT Bimagraha Telekomindo (Bimagraha) dan PT
Indosat Multi Media Mobile (IM3) melakukan penggabungan usaha (merger). Indosat
menjadi entitas yang dipertahankan, sedangkan Satelindo, PT Bimagraha Telekomindo
(Bimagraha) dan PT Indosat Multi Media Mobile (IM3) bubar secara hukum tanpa
kewajiban untuk melakukan proses likuidasi.
Visi :
Menjadi Perusahaan Telekomunikasi
Digital Terdepan di Indonesia
Misi
:
Memberikan layanan dan solusi digital mobile yang melebihi
ekspektasi para pengguna, menciptakan nilai lebih bagi para pemegang saham
serta mendukung pertumbuhan ekonomi bangsa.
Produk :
Retail
Skala besar
·
Mobile
·
Convergence
·
Machine to Machine (M2M)
·
IT Services
·
Connectivity
·
Satellite
·
International & Roaming
Digital
·
CIPIKA
·
Dompetku
·
Dompetku Plus
·
Dompetku Pengiriman
Uang
·
On De Go
·
Pay Up
·
IMX
·
Ideabox
·
Arena Seru
2.2 Regulasi & Prosedur Pendirian
Struktur group perusahaan komposisi
pemegang dan entitas anak perusahaan.
Prosedur dan Legalitas
Nama Perusahaan
Alamat Perusahaan
Kode
Telepon
Fax
Email
Website
Bidangnya
Broker
NPWP:
|
: Indosat Tbk
: Jl. Medan Merdeka Barat No.21
Jakarta
: ISAT
: (021)3000 3001, 3869614, 3869166
: (021)3804045
: Telekomunikasi Jasa Telekomunikasi
INFRASTRUCTURE, UTILITIES AND TRANSPORTATION Sub TELECOMMUNICATION
: PT EDI INDONESIA
:01.000.502.3-051.000
|
2.3 Deksripsi & Spesifikasi Tugas
a) Presiden director : pimpinan tertinggi dalam suatu perusahaan.
Pimpinan tertinggi ini memiliki tanggung jawab dalam memimpin dan mengarahkan
perusahaan, yaitu dalam hal menyusun strategi dan visi,menjalin hubungan dan
kemitraan strategis, mengatur investasi, alokasi dan divestasi dll.
b) Finance Directorate : Merencanakan, mengembangkan, dan
mengontrol fungsi keuangan dan akuntansidi perusahaan dalam memberikan
informasi keuangan secara komprehensif dantepat waktu untuk membantu perusahaan
dalam proses pengambilan keputusanyang mendukung pencapaian target financial
perusahaan.
c) Marketing Directorate : Merancang, melaksanakan, dan
memfasilitasi rencana pemasaran tahunan bagi perusahaan. Mendukung dan
memfasilitasi pengembangan dan pelaksanaan bagian bisnis / rencana pemasaran.
d) Sales Directorate : Merumuskan dan menerapkan strategi
penjualan yang menahan pencapaian tujuan pendapatan dan laba.
e) Network Directorate : di samping tugasnya sebagai anggota
Direksi, adalah mengintegrasikan penyelenggaraan pengelolaan infrastruktur
dan jasa, yang dikelola dalam satu manajemen secara fokus dan terintegrasi.
2.4 Sistem
Pengkajian
2.5 Aspek
Pemasaran
Produk utama yang
ditawarkan PT Indosat Tbk adalah layanan komunikasi telepon seluler dengan
sistem pra bayar maupun pascabayar dengan merk dagang seperti Matrix, Mentari
dan IM3. Indosat juga menyediakan layanan jasa nirkabel di bawah nama StarOne,
serta saluran telepon dengan menggunakan sambungan langsung internasional
(International Direct Dialing).
Kegiatan usaha utama PT
Indosat Tbk sebagai berikut:
Menyelenggarakan jaringan
telekomunikasi, jasa telekomunikasi serta teknologi informasi dan/atau layanan
teknologi konvergensi, termasuk tetapi tidak terbatas pada penyediaan jasa
teleponi dasar, layanan multimedia, layanan teleponi internet, layanan
interkoneksi internet, layanan akses internet, jaringan telekomunikasi bergerak
dan jaringan telekomunikasi tetap; dan
Menyelenggarakan jasa
transaksi pembayaran dan layanan transfer uang melalui jaringan telekomunikasi
serta teknologi informasi dan/atau teknologi konvergensi.
Sarana-sarana dan
strategi promosi yang dilakukan perusahaan pada aspek pemasaran yaitu seperti
berikut:
- Salesforce (personal
selling), improvisasi dari penjualan dengan menggunakan komunikasi person
to person.
- Periklanan, media
komunikasi pemasaran yang sudah menjadi bagian intergral dari masyarakat dan
sistem ekonomi manusia. Beriklan perlu metode promosi yang seakurat mungkin
karena imbas yang besar kepada khalayak yaitu dapat membentuk persepsi dan
citra suatu produk, bahkan diyakini memiliki potensi besar dalam mengarahkan
sikap pelanggan.
- Promosi penjualan,
memiliki efek singkat dalam menstimuli tekanan pada sikap pembelian. Asumsi ini
berangkat dari kebiasaan orang yang membeli suatu barang tidak akan
merencanakan sesuatu itu secara mendadak, inilah yang akan terjadi pada
penjualan lewat promosi. Sedangkan event dan exhibition merupakan bagian dari
bauran komunikasi pemasaran yang dikembangkan oleh bagian promosi penjualan.
- Penjualan langsung
(data base marketing), Pelaku pemasaran menggunakan sarana ini dalam upaya
pendekatan kepada target pasar. Penjualan langsung tidak hanya digunakan
sebagai promosi dan pengenalan produk tetapi juga untuk mengetahui nilai
rata-rata penjualan rata-rata dan respon pasar.
- Public relations, peran
humas dalam komunikasi pemasaran sangat penting karena dianggap sebagai pihak
yang mampu mengkomunikasikan kegiatan pemasaran produk lebih tepat sasaran dan
melakukan publisitas. Namun demikian usaha lain yang tidak ada hubungannya
dengan produk sama sekali, dimana orientasinya adalah untuk membentuk persepsi
publik yang positif.
- Sponsorships, kegiatan
kerja sama antara dua pihak atau lebih yang digunakan sebagai salah satu bentuk
kegiatan promosi, pengenalan produk dan mendapatkan umpan balik dari masyarakat
terhadap aktivitas komunikasi pemasaran.
- Eksibisi, sama halnya
dengan promosi penjualan, pameran dikatakan memiliki efek yang singkat untuk
mempengaruhi pembelian.
- Corporate identity,
standar baku identitas dari suatu brand atau image perusahaan sebagai salah
satu komunikasi pemasaran kepada publik.
- Packaging (pengemasan),
salah satu sarana komunikasi dimana pengemasan dari satu produk dapat
menimbulkan awarness, dengan mengedepankan karakteristik dari produk tersebut.
- Word of mouth,
Merupakan komunikasi pemasaran dari mulut ke mulut, yang juga menimbulkan efek
tertentu dari suatu produk.
- Internet dan media
baru, keberadaan internet makin membantu mengenai keberadaan kompetitor,
dinamis organisasi perusahaan, kebutuhan-kebutuhan, pasar-pasar baru, dan
tekanan dalam mengadaptasi perubahan teknologi informasi baru.
2.6
Aspek Keuangan
Saat
ini sebesar 65% saham Indosat dikuasai oleh perusahaan telekomunikasi Qatar,
yakni Ooredoo Asia Pte. Ltd. Lalu sebesar 14,29% adalah milik pemerintah dan
sebesar 5,42% merupakan milik Skagen AS.
Laporan
Keuangan dan Anggaran PT Indosat Tbk periode 30 Juni 2017 yaitu sebagai berikut:
Kebijakan
manajemen risiko keuangan yang dilakukan, yaitu:
· Risiko suku bunga
Risiko
suku bunga adalah risiko di mana nilai wajar atau arus kas masa depan dari
suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar.
Eksposur Grup terhadap risiko perubahan suku bunga pasar terutama terkait
dengan utang pinjaman dan utang obligasi dengan suku bunga mengambang.
· Risiko nilai tukar mata uang asing
Risiko
nilai tukar mata uang asing adalah risiko di mana nilai wajar atau arus kas
masa depan dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi karena perubahan
nilai tukar mata uang asing. Eksposur Grup terhadap fluktuasi nilai tukar
terutama berasal dari pinjaman, piutang, akrual dan utang pengadaan yang
didenominasi dalam mata uang U.S. Dollar. Untuk mengelola risiko nilai tukar
mata uang asing, Perusahaan melakukan kontrak forward valuta asing dan
instrumen lainnya yang diperbolehkan, jika dianggap diperlukan.
· Risiko harga ekuitas
Investasi
jangka panjang Grup terutama terdiri dari investasi minoritas dalam ekuitas
perusahaan swasta Indonesia, perusahaan publik Indonesia dan ekuitas perusahaan
asing. Sehubungan dengan perusahaan dimana Grup memiliki investasi, kinerja
keuangan perusahaan tersebut dapat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi di
Indonesia.
Grup
tidak melakukan lindung nilai terhadap investasi jangka panjang. Kinerja
investasi jangka panjang dimonitor secara periodik, bersamaan dengan pengujian
relevansi instrumen investasi tersebut terhadap rencana startegis jangka
panjang Grup.
· Risiko kredit
Risiko
kredit adalah risiko bahwa Grup akan mengalami kerugian yang timbul dari
pelanggan, klien atau pihak lawan yang gagal memenuhi kewajiban kontraktual
mereka. Tidak ada risiko kredit yang terpusat secara signifikan. Grup mengelola
dan mengendalikan risiko kredit dengan menetapkan batasan jumlah risiko yang
dapat diterima untuk pelanggan individu dan memonitor eksposur terkait dengan
batasanbatasan tersebut.
· Risiko likuiditas
Risiko
likuiditas didefinisikan sebagai risiko saat entitas akan mengalami kesulitan
dalam memenuhi kewajiban terkait liabilitas keuangan yang diselesaikan dengan
penyerahan kas atau aset keuangan lainnya.
Teori Paritas Tingkat Bunga
Teori
paritas tingkat bunga adalah salah satu teori mengenai tingkat suku bunga dalam
sistem devisa bebas (yaitu apabila penduduk masing-masing negara bebas
memperjualbelikan devisa). Teori ini pada intinya menyatakan bahwa dalam sistem
devisa bebas, tingkat bunga di negara satu akan cenderung sama dengan tingkat
bunga di negara lain, setelah diperhitungkan perkiraan mengenai laju depresiasi
mata uang negara yang satu terhadap negara yang lain. Secara matematis
dituliskan sebagai berikut:
Rn = Rf + E*
Dimana: Rn = Tingkat bunga (nominal)
di dalam negeri
Rf = Tingkat bunga (nominal)
di luar negeri
E* = Laju depresiasi mata uang
dalam negeri terhadap mata uang asing yang diperkirakan akan terjadi.
Jadi, apabila tingkat bunga di
Amerika Serikat untuk pinjaman jangka 6 bulan adalah 10% per tahun, dan selama
6 bulan mendatang kurs Dollar Amerika Serikat terhadap Rupiah diperkirakan
meningkat dengan 4% (atau 8% apabila dinyatakan pertahun), maka tingkat bunga
untuk pinjaman jangka 6 bulan di Indonesia akan cenderung sama dengan
10%+8%=18% per tahun.
2.5.6 Kriteria Investasi (IRR,
Payback Periode)
1. IRR (Internal Rate of Return)
Merupakan tingkat pengembalian
internal yaitu kemampuan suatu proyek menghasilkan return (satuannya %). IRR
ini merupakan tingkat discount rate yang membuat NPV proyek = 0.
Tujuan perhitungan IRR adalah untuk
mengetahui persentase keuntungan dari suatu proyek tiap-tiap tahun. Selain itu,
IRR juga merupakan alat ukur kemampuan proyek dalam mengembalikan bunga
pinjaman. Pada dasarnya IRR menunjukkan tingkat bunga yang menghasilkan NPV
sama dengan Nol. Dengan demikian untuk mencari IRR kita harus menaikkan
discount factor (DF) sehingga tercapai nilai NPV sama dengan nol.
Berdasarkan hal-hal tersebut di
atas, maka langkah-langkah perhitungan IRR adalah sebagai berikut:
1. Terlebih dahulu disiapkan tabel cash
flow dari proyek atau gagasan usaha.
2. Memilih discount factor tertentu
untuk mencapai NPV = 0
3. Pada discount factor pemilihan
pertama dihitung besarnya NPv
4. Jika NPV yang diperoleh masih
positif, sedangkan yang diharapkan NPV = maka kita pilih discount factor yang
ke dua dengan harapan akan memperoleh NPV = 0
Misalnya dengan DF pada pemilihan
yang ke dua dan seterusnya sampai memperoleh NPV yang negatif (NPV < 0 )
5. Karena NPV yang kita peroleh
positif dan negatif, maka kita harus membuat interpolasi antara DF di mana NPV
positif dengan DF di mana NPV sama dengan negatif agar tercapai NPV = 0.
6. Untuk mendapatkan nilai IRR
digunakan rumus interpolasi.
Perhitungan IRR dgn cara interpolasi
Jika diperoleh NPV +, maka carilah
NPV – dgn cara meningkatkan discount faktornya
Keterangan:
i1 = Discount Factor (tingkat bunga)
pertama di mana diperoleh NPV positif.
i2 = Discount Factor (tingkat bunga)
pertama di mana diperoleh NPV negatif.
Indikator IRR:
·
Jika IRR > tk, discount rate yg berlaku maka proyek layak (go) utk
dilaksanakan
·
Jika IRR < Tk. Discount rate yg berlaku, maka proyek tdk layak (not go) utk
dilaksanakan.
7. Hasil perhitungan IRR tersebut
kemudian dibandingkan dengan tingkat bunga bank yang berlaku, jika IRR hasil
perhitungan > bunga bank yang berlaku maka proyek atau gagasan usaha
tersebut layak untuk diusahakan.
2. Payback Period
Merupakan jangka waktu /periode yang
diperlukan untuk membayar kembali semua biaya-biaya yang telah dikeluarkan
dalam investasi suatu proyek.
Indikator Payback Periods:
Semakin cepat kemampuan proyek mampu
mengembalikan biaya-biaya yang telah dikeluarkan dalam investasi proyek maka
proyek semakin baik (satuan waktu).
Perhitungan payback belum
memperhatikan time value of money
dimana: I = besarnya biaya investasi
Ab = benefit bersih yg diperoleh
setiap tahunnya
2.5.7 Pencatatan Keuangan
Sederhana Seperti yang telah
disinggung diatas, bahwa banyak pelaku bisnis yang masih malas dalam melakukan
pencatatan setiap transaksi yang terjadi setiap harinya. Padahal ini cukup
penting untuk kelangsungan bisnis yang anda jalankan. Pencatatan yang
dituliskan dalam jurnal adalah semua transaksi yang terjadi. Baik itu transaksi
keluar maupun transaksi masuk. Tanpa adanya pencatatan, maka akan sulit membuat
sebuah laporan keuangan bisnis yang tengah Anda jalankan. 1. Fungsi Pencatatan
Keuangan Ada beberapa fungsi yang bisa diperoleh dari catatan keuangan yang
terjadi. Tentunya catatan keuangan sangat bermanfaat bagi pembuatan laporan.
BAB III
Penutup
3.1
Kesimpulan
Indosat Ooredoo
(lengkapnya PT Indosat Tbk., sebelumnya bernama Indosat) adalah
salah satu perusahaan penyedia jasa telekomunikasi dan jaringan telekomunikasi
di Indonesia. Perusahaan ini menawarkan saluran komunikasi untuk pengguna
telepon genggam dengan pilihan pra bayar maupun pascabayar dengan merek jual
Matrix Ooredoo, Mentari Ooredoo dan IM3 Ooredo,jasa lainnya yang disediakan
adalah saluran komunikasi via suara untuk telepon tetap (fixed) termasuk
sambungan langsung internasional IDD (International Direct Dialing).
Indosat Ooredoo juga menyediakan layanan multimedia, internet dan komunikasi
data (MIDI= Multimedia, Internet & Data Communication Services).
Pada bulan Februari 2013 perusahaan
telekomunikasi Qatar yang sebelumnya bernama Qtel dan menguasai 65 persen saham
Indosat berubah nama menjadi Ooredoo dan berencana mengganti seluruh perusahaan
miliknya atau di bawah kendalinya yang berada di Timur Tengah, Afrika dan Asia
Tenggara dengan nama Ooredoo pada tahun 2013 atau 2014. Dua tahun kemudian,
pada tanggal 19 November 2015 Indosat akhirnya mengubah identitas dan logonya
dengan nama Indosat Ooredoo.
3.2
Saran
Menurut Pendapat kami, di
era digital sebuah perusahaan telekomunikasi harus bisa memberikan pelayan yg
baik dan bersaing, seperti mengubah sistem kebentuk digital, dan bekerja sama
dengan pihak lain seperti dompet digital agar mempermudah pelanggan dalam
bertransaksi, memberikan harga layanan yang kompetitif, dan memperbaiki
kulaitas jaringan mereka.




0 comments:
Post a Comment