Tuesday, March 17, 2020

PENGANTAR KOMPUTASI MODERN Penerapan dalam bidang GEOGRAFI

Pengertian Teori Komputasi

            Komputasi merupakan percabangan dari ilmu computer dan juga Matematika. Komputasi juga dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk menyelesaikan dan menemukan solusi dari suatu masalah dari data input dengan menggunakan Algoritma sebagai alat bantu penyelesaiannya.

John Von Neumman

            Kalau ditanya siapa tokoh yang paling berpengaruh dalam bidang Komputasi Modern, John Von Neumman lah orangnya. Beliaulah penemu dan penggagas sistem yang menerima instruksi dan menyimpannya dalam sebuah memori. Dan konsep ini lah yang menjadi dasar dalam ilmu arsitektur computer saat ini. Kepintaran dia pada bidang teori game melahirkan konsep seluler automata, teknologi bom atom, dan komputasi modern yang melahirkan computer.
 
  

Pengertian Komputasi Modern

            Komputasi modern adalah sebuah konsep sistem yang menerima berbagai macam instruksi dan menyimpannya dalam sebuah memori. Dalam prakteknya komputasi modern ini digunakan untuk menghitung dan menentukan solusi dari suatu masalah yang ada, dan beberapa perhitungan yang dapat dilakukan oleh sistem komputasi modern meliputi :
-       Akurasi (big, dan Floating point) 
-       Kecepatan (dalam satuan Hz) 
-       Problem masalah besar ( Down sizing atau parallel) 
-       Kompleksitas (Big O) 

Penerapan Komputasi Modern dalam bidang Geografi. 

Apa itu Geografi? 

         Menurut Lobeck pada tahun 1939 yang dimaksud dengan geografi adalah studi atau ilmu pengetahuan yang membahas tentang hubungan- hubungan yang ada di antara kehidupan dengan lingkungan fisik

           Jadi ilmu komputasi modern ini dapat diterapkan dalam bidang Geografi, salah satu penerapan komputasi modern dalam bidang geografi adalah untuk peramalan cuaca. Di Indonesia sendiri lembaga yang berwenang untuk melakukan dan memberikan informasi tentang peramalan cuaca adalah BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika). Dalam melakukan peramalan cuaca BMKG menggunakan metode pemodelan prediksi hujan Global Forecast System (GFS).
  


          Hasil dari pemodelan GFS ini lalu dianalisa dan dimoelkan lebih lanjut dengna menggunakan data observasi oleh BMKG. Data tersebut didapatkan dengan bantuan dari Satelit Himawari dan juga dari 40 radar cuaca yang tersebar di Indonesia. Data yang didapat oleh BMKG akan di Publish untuk masyarakat umum, dan data tersebutpun akan selalu di perbaharui dalam 3 jam sekali untuk memberikan informasi cepat dan akurat bagi masyarakat.

 
 

 

0 comments:

Post a Comment

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com