Nama :
Abdul Rohman
|
Konfigurasi wireless ap bridge, point to point , point to multi point pada mikrotik
|
Tanggal :18 Okt 2015
|
Kelas : XII
TKJ 3
|
SK/KD :
|
|
No.
JobSheet : 010
|
Guru :
Bapak Maman
|
I . TUJUAN
Pada artikel kali ini saya akan
menjelaskan bagaimana Membangun jaringan wireless point to point
MIKROTIK, apa itu Point to Point ?? Point to Point adalah koneksi
komunikasi antara dua titik yang saling terhubung,dimana satu titik
bertindak sebagai server dan satunya lagi bertindak sebagai client.
II . PENDAHALUAN
Wireless Point to Point Mikrotik
adalah koneksi komunikasi wireless antara dua titik, dimana satu host
terhubung hanya dengan satu client. Wireless Point to Point Mikrotik ini
menggunakan dua buah Router Mikrotik dan Antenna Directorial (Grid,
Sectoral, Yagi, dan sebagainya). Penerapan Wireless Point to Point
Mikrotik membutuhkan lisensi RouterOS minimal level 3 dengan mode
bridge-station.
artikel terkait Istilah-Istilah pada jaringan wireless
Hal yang harus diperhatikan dalam perancangan ini adalah :
1. Line of Sight (Los)
Pemilihan jalur
harus Line of Sight (LoS) atau dengan kata lain jalur lurus antara
pengirim (transmitter) dan penerima (receiver) yang bebas dari
penghalang. Jadi jalur udara antara AP Utama dan AP Client sebisa
mungkin tidak ada yang menghalangi, seperti gedung, pepohonan, bukit,
dll. Apabila ada penghalang maka konektivitas Wifi tidak akan maksimal,
bahkan tidak bisa terkoneksi.
2. Fresnel Zone
Pemilihan area
harus Fresnel Zone atau dengan kata lain area disekitar garis lurus
antara antena (Los) yang digunakan sebagai media rambat frekuensi.
Selain LoS yang bebas penghalang, area Fresnel Zone ini juga sebisa
mungkin tidak terlalu banyak penghalangnya. Untuk lebih jelasnya berikut
gambarannya :
3. Antenna Alignment
Antenna Alignment
yaitu arah dari antenna yang digunakan. Antena client harus mengarah ke
antena pusat, begitu juga sebaliknya. Sudut dan arah antena juga harus
diperhatikan, karena jika tidak mengarah dengan baik maka sinyal tidak
akan diterima dengan maksimal.
Oke, selanjutnya kita langsung melakukan perancangan. Alat-alat yang dibutuhkan sebagai berikut :
III . ALAT DAN BAHAN
1. Software :
-Winbox, adalah
alat atau tools untuk melakukan konfigurasi Mikrotik yang berbasis
Graphic User Interface (GUI). Sehingga lebih memudahkan pengguna dalam
mengoperasikan Mikrotik dibanding menggunakan terminal Mikrotik. artikel
terkait Instalasi Mikrotik dan merubah nama interface
2. Hardware :
-2 buah Wireless Board Mikrotik rb411
-2 buah PCI Ubiquity XR5
-2 buah outdoor Box (Tibox)
-2 buah Antena Grid Kenbotong 5.8 Ghz
-2 buah POE
-2 buah Pigtail MMCX
-2 buah Cable Gland
-2 buah Jumper Connector N name to N male
-2 buah Adaptor 24 volt
-3 M Rubber Tape
-Kabel UTP secukupnya
IV . LANGKAH KERJA
Langkah 1 : Login Winbox
Langkah 2 : Konfigurasi Access Point
Masuk melalui winbox, buat interface birdge1.
Langkah 3 : Masukkan ether 1 ke dalam interface bridge 1.
Langkah 4 : Masukkan wlan 1 ke dalam interface bridge 1.
Langkah 5 : Masukkan IP address untuk interface bridge 1.
Langkah 6 : Selanjutnya adalah setting wireless interface.KLIK lah pada menu Wireless,pilihlah
tab interface lalu double click pada menu interface lalu double click
pada nama interface wireless yang akan digunakan.Buka Tab
Wireless.Pilihlah Mode AP-Bridge,band 2.4 Ghz-B/G/G-only,frekuensi yang
akan digunakan tentukanlah SSID.Security Profile:Default dan Frekuensi
Mode:manual tx power.Jangan lupa mengaktifkan default authenticated dan
default forward.Klik OK.
Langkah 7 : Berikutnya adalah konfigurasi WDS
pada wireless interface yang digunakan.Bukalah konfigurasi
wireless,pilihlah tab WDS.Tentukanlah WDS mode dynamic dan pilihlah mode bridge 1 interface untuk WDS default bridge.Lalu tekan tombol OK.
Langkah 8 : Jika semua telah selesai akan tampak
pada Interface seperti ini.WDS tidak muncul karena belum ada Client WDS
yang terhubung dengan AP (access point).
V . HASIL KERJA
Pengecekan Link
Jika link wireless yang kita buat
sudah bekerja dengan baik,maka pada menu wireless disisi AP,maka muncul
status R dan secara otomatis akan terbentuk koneksi WDS (seperti gambar
berikut).
VI . KESIMPULAN
Demikian artikel kali ini tentang Perancangan jaringan wireless point
to point Mikrotik, terima kasih dan semoga bermanfaat :-)











0 comments:
Post a Comment